Anak dan Bahasa
Bismillah, Assalamualaikum.
Ketika temen-temen baca blog ini pasti anda akan berfikir apa maksud dari Anak Ngeres dengan judul Anak dan Bahasa. Kenapa seperti itu ? Sedikit saya ingin bercerita tentang bagaimana seorang anak terbentuk karakter dan kepribadiannya didalam keluarga. Anak melakukan interaksi sesuai dengan apa yang orangtua ucapkan, anak juga melakukan aktivitas sesuai apa yang ditiru dari orangtua termasuk menggunakan pakaian, kelakuan, dan sebagainya. Tapi apakah kalian tahu apa yang paling sensitif dari seorang anak ? yaitu tindakan orangtua tersebut kepada si anak. Anak dapat terbentuk karakter karena sesuatu yang dihasilkan dari publik figurnya, saya ambil contoh ketika orangtua tidak bisa belajar dengan baik cara menggunakan bahasa kepada anak atau tidak mengerti tentang parenting maka dampaknya akan berpengaruh pada komunikasi antara mereka.
Bahkan saya yakin topeng anak di rumah dan di lingkungan sangat berbeda. Terbukti ketika mereka berkomunikasi dengan teman dan orang dewasa diluar lingkungan rumah, pasti sangat berbeda. bahkan sampai orangtua sendiri bingug "kok bisa beda gitu ngomong sama orangtua dengan temen-temennya, dengan orangtua misskomunikasi tapi dengan yang lain lancar aja". Padahal mereka tidak sadar dengan apa yang diucapkan dari pertama mereka lakukan. Ini bukan nya benci ataupun tidak suka ya, tapi karna asosiasi dari lingkungan keluarga melakukannya secara berulang-ulang sehingga anak menjadi terbiasa untuk kaku dan tidak mau berkomunikasi.
Ketika temen-temen baca blog ini pasti anda akan berfikir apa maksud dari Anak Ngeres dengan judul Anak dan Bahasa. Kenapa seperti itu ? Sedikit saya ingin bercerita tentang bagaimana seorang anak terbentuk karakter dan kepribadiannya didalam keluarga. Anak melakukan interaksi sesuai dengan apa yang orangtua ucapkan, anak juga melakukan aktivitas sesuai apa yang ditiru dari orangtua termasuk menggunakan pakaian, kelakuan, dan sebagainya. Tapi apakah kalian tahu apa yang paling sensitif dari seorang anak ? yaitu tindakan orangtua tersebut kepada si anak. Anak dapat terbentuk karakter karena sesuatu yang dihasilkan dari publik figurnya, saya ambil contoh ketika orangtua tidak bisa belajar dengan baik cara menggunakan bahasa kepada anak atau tidak mengerti tentang parenting maka dampaknya akan berpengaruh pada komunikasi antara mereka.
Bahkan saya yakin topeng anak di rumah dan di lingkungan sangat berbeda. Terbukti ketika mereka berkomunikasi dengan teman dan orang dewasa diluar lingkungan rumah, pasti sangat berbeda. bahkan sampai orangtua sendiri bingug "kok bisa beda gitu ngomong sama orangtua dengan temen-temennya, dengan orangtua misskomunikasi tapi dengan yang lain lancar aja". Padahal mereka tidak sadar dengan apa yang diucapkan dari pertama mereka lakukan. Ini bukan nya benci ataupun tidak suka ya, tapi karna asosiasi dari lingkungan keluarga melakukannya secara berulang-ulang sehingga anak menjadi terbiasa untuk kaku dan tidak mau berkomunikasi.
Pesan
saya, yuk mulai dari sekarang untuk kita yang belum berkeluarga maupun
yang sudah. Usahakan selalu berkomunikasi dengan baik apapun yang terjadi selalu gunakan bahasa yang tidak membuat anak berfikir bahwa orangtua jahat atau tidak pedulo, juga
jangan sampai terlalu mengikuti apa kata anak ya tapi harus pandai membaca situasi dan
feel anak.
Terima
kasih😊

semangat membaca menangantarkan kita pada kesuksesan
BalasHapus